Tampilkan postingan dengan label self motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self motivation. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2020

Bagaimana cara mengembalikan semangat untuk menulis di blog?

How Neil Patel Managed to Write 4294 Blog Posts
sumber gambar: neilpatel.com
Bagaimana cara mengembalikan semangat untuk menulis di blog?
Hahaha aku banget nih.
Sering banget aku mager buat nulis blog aku πŸ˜‚.
Saking mager dan nggak semangatnya bisa lama banget updatenya sampai hampir setahun πŸ™ˆ.
Cara Pertama: Baca Postingan Ide-ide Menulis Blog
contoh ide postingan blog dari Pinterest.com
Biasanya sih aku buka pinterest, ketik blog post ideas. Dari situ banyak banget ide-ide yang simple dan sederhana yang bisa memotivasimu buat nulis.
Terlepas lagi keabisan ide ato nggak, cara ini bisa memotivasiku buat nulis. Nulis aja sih tapi nggak di upload, berupa draft aja πŸ˜‚ (plis jangan tampol akuπŸ™ˆ)
Cara kedua: Tulis Sewaktu Mood dan Cicil Tulisan
Kalo lagi ada keinginan nulis langsung aja nulis. Terserah mau di aplikasi blognya langsung, di hape, di notes, di laptop, di buku diary, bahkan di sticky notes laptop pun nggak masalah. Yang penting ide dan tulisanmu 'tertuang' dan terekam dalam media pencatat.
Tulis aja dulu sedikit-sedikit nggak apa-apa. Yang penting jangan terlalu membebani dirimu sendiri.

Tulis aja dulu sedikit-sedikit nggak apa-apa. Yang penting jangan terlalu membebani dirimu sendiri.

Meskipun kamu udah menetapkan deadline, pembacamu nuntut update, ada event fresh yang harus kamu kejar sebelum basi, dll. apa pun itu jangan sampai membebani dirimu sendiri. Hal-hal yang kusebutin barusan kalau kamu pikirin terus-menerus malah makin membebanimu bikin semangat malesmu makin hilang.
Cara ketiga: Jawab Pertanyaan, Membuat Postingan, Curhat, Pancing Dirimu untuk Menulis Bebas
Cara ini entah kenapa ampuh banget buatku. Yaitu jawab pertanyaan di Quora
Aku tuh suka banget jawab pertanyaan di quora. Entah karena sotoy, pengen diakui, pengen dapet upvote, atau karena suka aja? EntahlahπŸ˜‚πŸ˜…. Yang pasti cara ini membuatku bisa buat nulis dengan semangat.
Kalau pertanyaannya aku suka. Aku bisa nulis jawaban yang NIAT banget. Sampai-sampai aku nyari referensi gambar, nyantumin link tautan, mengutip referensi dari informasi yang sudah ada, dll. Pokoknya terNIAT deh jawabannya.
Dari situ, tulisan jawaban aku, bisa aku pakai sebagai tulisan buat blog aku. Tentunya ini di permudah karena blog aku blog pribadi dengan konten gado-gado.
Tinggal copas, edit seperlunya, terus upload ke blog dan voila! Blognya update.
Ngomong-ngomong untuk cara mengingat lagi motivasi menulis blog entah kenapa nggak works buat aku, karena aku bikin blog buat tugas sekolah aja tahun 2011 πŸ™ˆ, nggak ada motivasi khusus, sehingga kalau cara ini nggak membangkitkan semangat menulis aku.
Terus untuk cara lain melihat penghasilan blogger lain alias menggunakan uang sebagai motivasi. Ini malah lebih nggak mempan lagi buatku. Kenapa? Karena aku tahu mendapatkan penghasilan dari blog lebih susah dari ngeYutub dan Instagram. Soalnya minat baca di Indonesia kecil. Sedangkan media informasi dan hiburan lain justru lebih berkualitas dan memiliki daya saing yang besar. Yah mungkin kalian akan menganggapku pesimis. Nggak, menurutku aku realistis. Tapi menggunakan uang sebagai motivasi menulis blog bukan hal yang mustahil. Masih bisa di pelajari

Cara ini memang belum tentu menjamin kamu buat konsisten menulis blog. Tapi minimal bisa memberimu alasan untuk menulis blog yang udah kamu bikin.

tulisan ini telah di upload di Quora 

Kamis, 03 Januari 2019

Sekarang 2019, lalu apa?

Assalammu'alaikum semuanya.
Gimana nih kabarnya readers blogku?

Sekarang tahun telah berganti dan dunia terus berputar. Umur pun makin bertambah dan seiring pertambahan usia tentunya harus ada perubahan dong!

Gimana guys? Apa yang kalian lakukan sekarang? Apakah masih sekolah? Kuliah? Kerja? Atau malah sudah mencapai life goals dan sedang menargetkan target baru, the next life goals?

Amel ucapkan selamat untuk kalian yang memiliki kegiatan dan status yang jelas. Meski saat ini terasa berat, syukurilah karena itu tandanya kalian masih hidup, masih punya kehidupan, seperti halnya blog ini. Masih ada post baru.
Jangan sampai nganggur ya.

Tapi masih nganggur juga nggak pa pa kok, asalkan masih ada usaha untuk mencari kerja.

Jangan sampai nggak ada yang diusahain atau dilakuin, karena itu artinya kalian no life, stuck di zona nyaman. Terasa aman tapi nggak punya kehidupan.

Wait? 'Nggak punya kehidupan?' Hihihi udah kek orang mati aja ya?

Ngomong-ngmong life (hidup), pernah nggak memikirkan apa artinya hidup? Untuk apa aku hidup dan dilahirkan ke dunia ini? Apa tujuannya? Apa yang kucari? Apa yang betul-betul kuinginkan?

Buat yang punya jawabannya dan yakin akan hal itu. Hidup kalian mantap dan penuh keyakinan karena punya arah yang jelas.

And ... what's about me?

Well. Jujur aja. Aku belum ada arah yang jelas. Aku terjebak dalam kehidupanku yang nyaman.

Usai lulus SMA tahun 2012 dan menyelesaikan pelatihan dua tahun kemudian. Aku pindah dari Pekalongan ke Riau.

Aku meninggalkan semua yang aku kenal dan aku ketahui, tempat kelahiranku, tempat aku dibesarkan.

Di tempat baru yang belum kukenali ini.
Aku mencoba berbaur.

Tempat ini berbeda dengan Pekalongan, berbeda dengan Kajen. Belum ada perpustakaan (tempat yang kusukai), tapi good pointnya orang-orang sini nggak peduli dengan kekuranganku (sejauh ini).

Aku sempat kuliah selama kurang lebih tiga setengah tahun (udah masuk 8 semester), Dan berhenti tahun 2018 setelah aku sadar itu adalah ke sia-siaan (yang ini udah pernah kujelasin, lain kali kuceritain lebih jelas)

Aku nggak menyesal udah berhenti kuliah (Padahal dikit lagi wisuda bo!).
Tapi, setelah melepas status mahasiswa,  aku bingung, aku nggak punya status.

Selama ini aku selalu cari aman dengan bersembunyi di statusku. Meski saat ini aku punya usaha craft kecil-kecilan, penghasilannya belum cukup konsisten untuk disebut pekerjaan. Belum bisa menghidupi diri sendiri. Masih 'dihidupi' ortu. You know lah.

Jadi, selama tahun 2018 aku menganggur, aku nggak ada usaha untuk memperjuangkan hidupku. I'M NO LIFE! So scary.

Kalian nggak usah merasa kasihan pada kehidupan yang seperti ini. Jadikanlah sebagai motivasi kehidupan kalian. Agar jangan sampai seperti ini.

Trust me, be a no life is so worst. Life feel so empty and time flies away without leaving benefit even just a little. So useless!

So, syukuri kehidupan kalian yang masih berdetak. Hadapi 2019 dengan lebih banyak bersyukur.

Ini 2019 lalu apa? Keep moving forward guys!

Aku juga berusaha untuk maju.
Kuharap aku bisa menghadapi tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Supaya aku bisa memantaskan diriku sebagai khalifah di muka bumi ini. Dan ketemu jodoh 😁

Aamiin....

Ingat! Jodoh adalah cerminan diri sendiri. Kualitas jodoh sesuai dengan kualitas dirimu. Pokoknya #2019gantistatus! 😂