Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2020

Review Film Nightcrawler: Ketika Psikopat Menjadi Jurnalis

Sumpah ni film seru dan nggak bikin bosen.
Film Nightcrawler: Ketika Psycophat jadi Wartawan - Kompasiana.com
sumber: kompasiana.com
Rating IMDB: 7,9/10 (445.530)
Rating Rotten Tomatoes: skor: 95% - ‎269 ulasan
Rating Google: 91% menyukai film ini
Rating Amel go to Blog: 8,5/10

Nightcrawler adalah film drama kriminal thriller Amerika Serikat tahun 2014 yang disutradarai oleh Dan Gilroy dan diproduseri oleh Tony Gilroy, Jake Gyllenhaal, Jennifer Fox, David Lancaster dan Michel Litvak. Naskah film ini ditulis oleh Dan Gilroy.

Film ini menceritakan tentang seorang pengangguran bernama Louis ‘Lou’ Bloom (Jake Gyllenhaal), yang mendapat inspirasi untuk bekerja sebagai jurnalis criminal yang berburu dan merekam aksi criminal pada malam hari, untuk kemudian dijual pada stasiun TV berita setelah ia menyaksikan kecelakaan di jalan raya, dimana saat peristiwa itu berlangsung, bukan hanya polisi yang beraksi di kejadian, tapi juga wartawan dan fotografer criminal yang merekam kejadian ini.

Nightcrawler Archives - SukaSinema
sumber: sukasinema.com
Awalnya pekerjaan ini tidak mudah, namun sebagai jurnalis amatir tentunya Lou Bloom terus belajar dan mengembangkan dirinya hingga ia mampu membeli peralatan jurnalis criminal yang lebih memadai dan meningkatkan kualitas videonya. Bukan hanya itu saja, ia bahkan mampu memperkerjakan seorang asisten bernama Rick (Riz Ahmed) dengan bayaran murah karena pemuda gelandangan ini sangat membutuhkan uang.

dinah's family restaurant in los angeles : nightcrawler (2014 ...
sumber gambar: popturf.com

Seiring dengan pekerjaan yang berisiko tinggi dan tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya bersaing ketat mengejar berita dengan para jurnalis lain. Lou Bloom menjadi jurnalis yang licik dan kotor.

Diperparah lagi dengan Nina (Rene Russo) sang direktur berita yang memberitahu bahwa rating berita akan naik jika menampilkan berita yang mengandung unsur ‘berdarah-darah’ seperti kekerasan dan aksi criminal yang tentunya akan sangat mempengaruhi bayaran Lou Bloom selaku jurnalis lepas.

Hal ini membuat ia menghalalkan segala cara dan melanggar kode etik jurnalis untuk mendapatkan berita, seperti membiarkan kejahatan terjadi, mengedit video untuk meningkatkan rating, dan menyembunyikan kebenaran. Ia menjadi rakus.

Pertanyaannya. Mampukah Rick dan Nina menghentikan aksi gila Lou Bloom? Apakah Lou Bloom akan kena batunya, atau justru ia menjadi jurnalis sukses?

Kalau penasaran tonton aja filmnya. Lucu aja sih ngeliatnya. Di film ini actor Jake Gyllenhaal yang biasanya jadi tokoh baik-baik, di film ini dia justru menjadi penjahat alias villain protagonist. Di sini kemampuan acting Jake Gyllenhaal sangat diuji. Apakah ia yang biasa jadi tokoh baik-baik mampu berakting jadi penjahat? (dia sampai nurunin sekitar 13kg berat badannya buat totalitas meranin karakter ini lho!)

Biasanya si Jake ini selalu menjadi tokoh baik-baik. Seperti di film Prince of Persia(2010), The Day After Tommorrow (2004), Source Code (2011), Life (2017), dll.
tapi difilm ini dia beda banget di film biasanya. udah kayak orang lain. difilm ini dia memerankan karakter villain protagonis.

Btw villain protagonist adalah tokoh utama suatu cerita namun memiliki watak yang jahat. Jadi sebagai penonton, kita bakal diajak untuk melihat kisah dalam sudut pandang villain alias penjahat dalam cerita ini.

Minggu, 31 Mei 2020

Dream pararel #1: tante pelakor

Hai guys 🙋
Jadi ini adalah cerita lawas aku tentang mimpi-mimpi yang pernah kualami.
Dari dulu aku memang hobi dan demen banget ngumpulin kisah kayak gini di diary aku. Rasanya seru aja menjelajahi mimpi. Seperti petualangan antar dimensi gitu. Hehehe (ketauan kebanyakan nonton film 😂)

Semua mimpi bervariasi dan nggak ada yang sama.

Untuk mimpi ini, aku alami di tahun 2019 waktu lagi tidur siang. Awalnya aku merasa ini cuma mimpi biasa. Tapi setelah nemu suatu artikel di brightside.com. Entah kenapa seperti ada makna khusus yang ingin disampaikan otakku ke aku. Baca aja tulisanku sampai akhir. Nanti ada link menuju artikel yang kumaksud.

Mimpi yang kualami ini tentang tante pelakor. Kayak di drakor 'The World of Mariage' 😂
Ya udah. Langsung simak aja ceritanya. Cekidot 👇

Aku sering bermimpi aneh yang terasa sangat nyata dan memiliki alur cerita yang lengkap. Rasanya kayak beradda di dimensi yang berbeda tapi sama, semacam dunia pararel gitu.


Jadi, siang ini aku bermimpi kami sekeluarga menempati rumah yang baru. Rumah itu besar, tapi belum sempurna selesai, karena tangga menuju lotengnya belum bisa di akses secara aman.

Dalam mimpiku ini, rumah baruku ini seperti rumah lamaku yang ada di Pekalaongan, di belakang SMP. Cuma bedanya rumah itu besar, lebih besar dari rumah masa sekolahku yang bentuknya letter L.

Rumah dalam mimpiku ini mewah, sekitar 3 lantai termasuk loteng, dan bercat putih, seperti rumah masa sekolahku itu tapi catnya lebih polos dan merata, sehingga ruangan terlihat terang.

Entah bagaimana ceritanya, datang segerombolan tante-tante cantik ala kota metropolitan yang berpenampilan ala sosialita tapi kayak tokoh antagonis dalam sinetron yang datang ke rumahku tanpa dikomando dan tanpa diundang.

Alasan mereka datang ke rumahku adalah karena mereka diundang untuk syukuran rumah baru.

Aku sendiri nggak ngerti, nggak jelas siapa yang mengundang mereka, yang pasti karena tamu sudah datang, keluargaku menyambut baik tamu yang datang melihat rumah.
Mereka semua ribut memuji dan membicarakan betapa bagusnya rumah pak Mul yang baru dibangun itu, meski belum sempurna selesai.

salah seorang tante-tante yang masih muda, cantik (dan sepertinya belum punya anak atau baru punya anak yang masih kecil), dengan rambut di cat dan dandanan sedikit berlebihan, agak mirip artis Vega Ngatini, paling sering menjilat dan banyak omong.
Dia bilang rumahku ini bagus, tapi sayangnya nggak ada AC nya, sehingga dia mengeluarkan kipas lipat berwarna pink, sepink blazer yang satu set dengan roknya dan mulai mengipas-ngipasi dirinya.

Ayahku bilang dia merasa nggak perlu AC karena daerah ini menurutnya sudah sejuk. Maklum, kami berasal dari daerah yang panas dan kering bernama Kampar, sehingga Pekalongan terasa sejuk bagi kami.

Aku nggak tahu entah mulai dari kapan, sedikit banyak aku mulai menyadari bahwa kejadian ini adalah mimpi. Aku mulai mencermati rumah dan melihat ke sekeliling.
Sambil tetap keep eye ke tante gatel itu, aku mulai mencermati seluk-beluk bangunan yang belum pernah kumasuki, namun familiar buatku. Mungkin bisa dibilang aku sedang mengalami mimpi 'sadar' atau mungkin yang biasa disebut orang lucid dream.

Saat ibuku menyuguhkan panganan lezat ke para tamu, dan para tamu sibuk menikmati hidangan dan ngobrol dengan ibuku.
Tante gatel itu mulai merengek atau merayu ayahku untuk mengajaknya berjalan-jalan menjelajahi rumah. Dengan genit dia mengamit lengan ayahku dan mereka berjalan melakukan tur rumah. Di situ aku agak gregetan karena ibuku terlalu sibuk melayani tamu dan merasa terlalu nggak sopan untuk meninggalkan mereka untuk mengikuti pelakor itu. Mungkin ibuku khawatir kesannya ibu jadi seperti terlalu mendramatisir keadaan, takut terlalu over protektif ke ayah.

Ayahku di ajak wanita gatel itu juga mau-mau aja dan kelihatannya malah senang. Sehingga mau tak mau aku ikut mengawasi mereka.
Sambil mengawasi gerak-gerik tante ini, aku juga sambil mengawasi rumah dalam mimpiku ini.

Seperti yang tadi kubilang, catnya putih dan lantainya tiga terrmasuk loteng. Tangga menuju loteng berupa kayu, mengingatkanku pada kayu menuju balkon dalam ruang di gedung besar di RC Solo. Rumah itu seperti kombinasi rumah nenekku dan rumahku sendiri. Bahkan ada beberapa perabotan yang familiar, seperti TV tabung layar cembung yang dulu kami miliki dan vas bunga plastik dengan bunga mawar sedotan plastik yang kubuat dengan ibuku waktu aku kecil, bertengger di atas TV yang terakhir aku lihat lima tahun yang lalu.

TV jadul itu juga terletak di atas meja TV rumah lamaku. Tapi yang namanya mimpi, pasti ada keganjilan dan ketidak sempurnaan karena mimpi adalah rangkaian dari susunan kumpulan memori yang disimpan otak sebelum tidur, baik memori terbaru ataupun memori lama dan diarsiteki oleh otak kita, mungkin bagian alam bawah sadar. seperti menyusun puzzle baru dari sekumpulan sepotong puzzle yang diambil dari puzzle utuh sehingga terbentuk puzzle yang sama sekali berbeda.

Dalam mimpiku ini keganjiannya adalah ada lift di belakang TV. Mengapa ada lift dibelakang TV? Atau maksudku, kenapa ada TV di depan pintu lift, kan itu menghalangi orang masuk?

Tante genit itu memegang perabot-perabot dan terus memuji-muji dan memberikan saran menurut seleranya seolah-olah rumah ini adalah miliknya padahal sarannya yang nggak penting, seperti "mas Mul, gagang pintu ini kok warnanya emas, sih? Menurutku harusnya pake emas asli, biar lebih kinclong."kata si tante genit dengan manjahhhh, sambil mengamit lengan ayahku.

"Kalo pake emas beneran nanti dicuri maling dong!" Kelakar ayahku.
"Nggak pa pa, uang mas Mul kan banyak."Dari situ aku bisa melihat bahwa tante ini sangat matre dan menginginkan uang ayahku. Tipe mamah muda yang pelakor bangetlah.

"OI! Jangan pegang-pegang ayahku!" kataku galak.
"tadi aku hampir jatuh, makanya aku pegangan. Maklum tante belum terbiasa sama sepatu baru."
"Alah! Nggak usah banyak alasan!"jawabku panas.
"Ihh.. mas Mul, anakmu galak."kata si tante sambil pura-pura takut.
"Amel jangan-galak-galak dong sama tante..."
Tapi aku tak peduli dengan apa kata ayah. Aku langsung melengos menuju tangga loteng. Letaknya nggak begitu jauh dari kedua orang itu, jadi aku masih bisa sambil mengawasi mereka.

Dalam mimpiku ini nggak jelas dari mana keluargaku bisa membangun rumah baru yang terbagus dari rumah-rumah yang pernah kita bangun. Tapi aku merasa dalam mimpiku ini ibuku mendapat warisan dari kerabatnya, dan dengan warisan itu kami pindah sekeluarga dan mambangun rumah termegah yang pernah kami bangun dalam hidup kami.

Jadi, rumah ini bukan hasil dari usaha ayahku yang naik-turun. Tapi kurasa tante matre itu mengira rumah ini ayahku yang membangun, sehingga mungkin dia berasumsi bahwa ayahkulah yang memiliki banyak uang dan ia  mencoba mengambil-alih suami ibuku untuk menguasai hartanya.

Dan karena asumsiku ini juga aku merasa wajar ibu tenang-tenang saja ayahku di ambil alih selama acara syukuran, karena jika ayahku selingkuh, mereka tak adapat apa-apa karena ibuku yang memiliki harta ini, ibuku yang kaya.

Aku melihat tangga kayu kecil menuju loteng. Saat mengadah aku bisa melihat ada balkon kayu menuju ruang loteng ala film-film barat. Bahkan balkon itu terhubung dengan lift, sehingga untuk menuju loteng ada dua opsi, melalui tangga atau melalui lift.

Keganjilan kedua dalam mimpi muncul. Aku tak bisa menaiki tangganya sama sekali, seolah-olah ada kuasa tak terlihat yang mencegahku naik ke atas.

Sebagai gantinya ada informasi yang masuk ke otakku bahwa tangga kayu ini masih baru dan belum aman untuk dilalui. Masih dalam pekerjaan tukang. Atau bisa jadi ada informasi dari dunia nyata berupa fakta bahwa aku disabilitas masuk ke dalam mimpiku karena pada permulaan mimpi aku selalu bermimpi sebagai orang yang sehat dengan kondisi fisik yang baik.

Sampe sini aja ceritanya. Abis itu aku terjaga setelah semua syarat bangun secara internal terpenuhi.

Ini link artikel yang kumaksud 👇
https://brightside.me/inspiration-psychology/psychologists-explain-things-we-all-see-in-dreams-and-its-better-not-to-ignore-them-677860/amp/

Coba baca deh point nomor 10. Kurasa itu ada korelasinya dengan mimpi semacam ini.

Minggu, 08 Oktober 2017

Jalan-jalan pagi

Pagi ini aku jalan-jalan sama EmakQ.
Keliling lingkungan rumah aja.
Aku memang jarang jalan-jalan coz males  banget. Tapi demi kesehatan dan biar bisa ngelemesin otot-otot yang kaku karena kelamaan dirumah ini aku harus berubah. (Hensin! XD)
Startnya dari rumah (ya ealah!😧), aku jalan kedepan rumah, belok ke selatan. Baru 10 meter kakiku ngeluh capek 😢. Ya udah aku coba jalan lebih rileks biar nyaman. Terus Emak bilang "kamu kok jalannya gitu? Kayak baru belajar jalan?" 😯
Terus dalem hatiku pasti kakiku capek banget. Akhirnya aku minta berenti sebentar ama emak.
Aku baru sadar ternyata aku udah selemah ini. Aku perlu sering jalan-jalan dan berolahraga biar tetep sehat dan otot nggak nyusut, nggak cuma puasa aja.
Terus kita jalan lagi sampe perempatan jalan raya. Suasana masih sepi banget. Lampu jalan aja masih nyala, tapi hari udah cukup terang buat je-je.

Sepanjang jalan meskipun masih sepi dari aktivitas manusia, aku melihat ada banyak kucing yang udah sibuk. Sibuk mandiin anaklah (anaknya ogah-ogahan mandi karena masih pingin bobo 😁), ada yang tereak-tereak nyanyiin lagu wali-lah (maklum jones, lagi nyari jodoh 😁), ada juga yang lagi nyari mamam.
Hehehe sensitif amat ya 'radar meong' ku 😁.
Lalu dari jalan raya kita belok ke timur, menyusuri jalan.
Penyakit 4l@y aku kumat. Pingin foto-foto. Kutawarin emak kufoto ditengah jalan raya(asli sepi banget! Kalah rame ama kucing 😁) yah emak nggak mau, aku juga nggak mau. Akhirnya kufoto aja jalan raya yang membentang lurus ampe tugu pertigaan, untung aja jalannya mau difoto. Pemandangannya kurang matahari aja, kalo ada sinar matahari lebih bagus. Hanya ada kabut yang agak menyamarkan tower.

Kami berjalan melewati pasar malem. Banyak banget sampahnya! Jadi pingin.............
.
.
.
.
.
.
.mulung
Tapi nggak boleh sama emak (amit-amit nak!)
Kelihatannya pasar malem akan segera berakhir karena beberapa panggung sudah terbongkar (terbongkar kedokmu panggung! Ternyata kau hanyalah kumpulan kerangka besi berkarat! Bhahahaha! Apaan sih gue?😅)
Lalu seorang ibu-ibu (yang juga lagi je-je) lewat dan menyapa kami. Kulihat dia nyeker ga pake sendal. Aku jadi pingin nyeker juga. Secara kakiku kekuatannya tersegel sendal jepit. Tapi karena kita mau belok meninggalkan jalan raya (bye jalan raya 👋 hiks 😢 ah! Lebay!) Emak nyaranin tetep pake sendal karena banyak 'ranjaunya' digang desa yang akan kami lewati. Ranjau apa itu? Bahasa kerennya Dog drop (If You Know What I Mean)
Nyesel gue nggak nyeker di jalan raya. Padahal aku ingin merasakan permukaan tanah di kakiku.
Sempat aku hitung ada 2 ekor kucing di pasar malem. Yang satu nyapu pasar (?) Yang satunya meriksa selokan (?!). Radar meong gitu lho.
Masuk ke gang, ngelewatin KUD, lalu warung kecil yang udah buka buat menyambut datangnya rezeki. Ngeliat jejeran P*p mie di etalase, gue pingin jajan. Tapi inget ga bawa duit, cuma bawa hape (masa hape mo gue gadai cuma buat nyemil p*p mie?)
Kuliat dibelakang warung itu ada kucing (dah emak-emak percaya dah ama saya) lagi bersihin halaman.
Gue sapa kucing itu bales meong. Ya iyalah! Kalo dia jawab 'jalan-jalan mbak?' Kiamat donk?! 😆 aih! Gaje gue 😆
Lanjut kita masuk SD. Maksudnya memasuki lingkungan SD. (Sorry ya, kita dah lulus. Hm.. info ga penting)
Aku mau jalan sambil pegangan pagar karena enggak enak mo pegangan sama emak karena tanganku sedingin es (I am Queen of Ice!☃)
Pagernya goyang, tanda konstruksinya kurang kokoh. Akhirnya daripada celaka aku pilih pegangan emak.
Padahal baru jalan sebentar, tapi aku udah merasa lelah. Keringatku bercucuran seperti air terjun, padahal pagi ini dingin-dingin sejuk. Emak malah nggak berkeringat sama sekali!
Lalu penjaga sekolah nyapa kami. Pagi-pagi udah nyapu halaman sekolah. Oh iya ya? Ini hari Senin.
Mendekati perempatan desa, kita belok ke kiri (barat). Aku minta break sebentar buat mengumpulkan tenaga. Kakiku bilang kita emang harus berhenti beberapa langkah biar nggak drop.
Kondisi fisik emang nggak bisa ditahan ato disembunyikan. Aku jadi gampang lelah sekarang 😟. EmakQ cemas. Aku nggak pingin emak kuatir. Aku becanda kalo aku lebih tua dari emak. Tapi itu terdengar menyedihkan. Aku baru 23 tahun tapi selemah nenek 92 tahun. 4 kali umurku.
Semakin mendekati rumah, aku semakin perlu banyak berhenti sebentar. Buat istirahat.
Melewati posyandu anak, kebun sawit (campur tanaman coklat dan tebu, hm.. bisa bikin coklat nih) dan rumah penduduk dengan keunikannya masing-masing. Ada yang bergaya mirip Joglo, ada yang punya taneman mawar, ada yang halamannya ditanemi cabe rawit, rawitnya banyak lho! Jadi inget tanaman cabeku yang musnah diserang hama 😭, dll.
Kami terus berjalan hingga akhirnya kami sampai ke rumah.
Perjalanan kecil 1 kilo ini udah terasa melelahkan buatku.
Jauh enggak, cuma aku capek. Tapi aku bersyukur banget masih bisa jalan. Orang lain belum tentu bisa merasakan anugrah ini. Sepasang kaki yang masih berfungsi itu rare items lho! Patut kusyukuri, apalagi semua panca-indraku lengkap, tubuhku juga lengkap. Aku sempurna (nyaris, hehehe).
Terus emak buka rolling doornya. Sambil nunggu, kulihat udah ada 2 toko yang buka, toko obat dan toko pecah-belah. Hm... udah waktunya buka toko nih!
Sambil masuk dan menaiki tangga, aku pikir "enak nih kayaknya minum teh" tapi aku inget aku lagi puasa 😁. Ini kan hari Senin.
Ya udah, kutulis aja post ini. Selamat membaca. Maaf kalo jelek, gaje dan kaku. Terima kritik dan saran yang membangun 😁😁😁 (welcome master)

Senin, 06 Juni 2016

paket buku dari K!ck Andy

Pada akhir April, sekitar tanggal 25. Di waktu siang yang panas, saat aku sedang masak. Aku mendapat telepon dari petugas pos yang mencari alamatku.

Karena dia menanyaiku dengan nama akunku di website Kick Andy, aku menyadari bahwa pak pos ini hendak mengantarkan buku yang kumenangkan dari kuis Kick Andy.

Aku penasaran sekali, kira-kira buku apa yang kumenangkan? Memang aku selalu mengikuti kuis buku dari website Kick Andy dan kadang-kadang kuis twitternya.

Ibu dan ayahku juga penasaran, kira-kira buku apa yang aku menangkan.
Lalu usai Dzuhur, datanglah paket itu atas nama akunku di Kick Andy. Nama akunku? Ya rahasia, hehehe.

Paket itu sangat kecil, sesuai dengan ukuran bukunya. Jadi, kuberikan kehormatan pada ibuku untuk membukanya. Dan ternyata....

Jeng! Jeng! Isinya buku PENEBAR HARAPAN, satu dekade Kick Andy, yang berisi kisah-kisah inspiratif dari orang-orang yang pernah menjadi bintang tamu dalam acara Kick Andy.
Lain kali akan ku ulas bukunya dalam blogku.

Tahun lalu mudik, tahun ini mudik ke mana ya?

Sekarang sudah tanggal 6 Juni 2016. Gak kerasa udah mau masuk bulan puasa lagi. Tahun ini adalah tahun ke duaku dan akan menjadi lebaran ke duaku sejak aku tinggal di kota Kampar, Riau.


Sebagai penyandang disabilitas tuna daksa. Aku lebih suka menghabiskan waktuku di rumah. Aku nggak begitu suka keluar rumah, bahkan ketika waktu lebaran.
Tetapi pada tahun lalu, 2015. Aku menghabiskan waktu libur lebaranku di kampung. Mudik gitu ceritanya.

kami sekeluarga mudik ke Padang, Sumatra Barat. kampung halaman ibuku. tempat itu sangat indah dan udaranya segar khas pegunungan.

Kami sekeluarga bersama keluarga paman dari pihak ibuku pulang kampung ke Padang dan menghabiskan waktu liburan kami bersama sepupu dan kerabat lainnya.

Di sana kami mengunjungi lembah Anai, Pantai Air Manis, danau Maninjau, dan silaturahim ke rumah kerabat.
air tejun lembah anai

pantai air manis

rumah tradisional Minang


Danau Maninjau

Jujur, karena keterbatasan fisikku aku kurang menikmati liburanku, tapi walau begitu aku senang juga bisa pergi mengunjungi tempat yang belum pernah kudatangi dan bertemu dengan berbagai macam kerabat yang belum pernah kutemui.
Makan-makan di tepi pantai air manis

foto bareng di depan danau Maninjau dengan sepupu

yah tapi liburan itu menyenangkan!
Tahun lalu mudik, tahun ini mudik ke mana ya?

Minggu, 17 April 2016

mencoba-coba resep dari facebook

Saat 26 Oktober 2015 yang lalu ketika hari ulang tahun ibuku, aku membuat martabak kentang kuah cuko alias kuah empek-empek. Resepnya aku dapat dari facebook, halaman INIRecipes, isinya macem-macem resep dan diantaranya macam-macam martabak. cara membuatnya agak ribet, tapi hasilnya enak banget!

martabak kentang kuah cuko
 Resep Martabak Kentang Kuah Cuko
Bahan kulit :
- 2 gelas kecil tepung terigu
- 1 butir telur ayam 
- 200 cc / 1 gelas air
- 2 sdm tepung sagu
- garam secukupnya 
- Minyak untuk menggoreng.

Bahan isi : 
- 1/4 kg kentang rebus .kupas kulitnya potong dadu kecil2. 
- 2 tangkai daun bawang, daun seledri secukupnya.
- 1 butir telur ayam.
- 3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu : 
- 3 siung bawang merah,
- 5 siung bawang putih, 
- 10 butir merica kasar. 
- Garam secukupnya. 
- setengah cangkir air

Cara membuat bahan isi :

Semua bumbu dihaluskan, tumis hingga harum , tambahkan sedikit air setelah mendidih , masukan telur aduk cepat hingga membentuk spt orak arik telur, lalu masukkan kentang rebus yang sdh di potong kecil2, terakhir tambahkan daun bawang, seledri aduk rata. Masak hingga airnya meresap/mengering. Angkat dinginkan.

Cara membuat kulit Martabak Kentang : Campur tepung terigu dan Sagu tambahkan air ,telur, beri sedikit garam..aduk rata boleh dg mixer atau dg sendok saja. takaran air boleh ditambah atau dikurangi..sesuaikan dg encer atau tidak nya adonan. ( Adonan jgn terlalu kental ) 

Panas kan dg api kecil, wajan datar anti lengket diameter ± 15 cm beri bbrp tetes minyak atau mentega oleskan tipis saja. Setelah wajan panas masukan 2 sendok makan atau lebih adonan kulit yang masih cair. Posisi wajan tetap di atas api kompor. Sambil diputar cepat hingga membentuk kulit dadar yang tipis merata tdk sobek/bolong2. Setelah matang angkat..ulangi terus membuat dadar kulit martabak , hingga adonan habis.

Kemudian isi kulit martabak dg 1 sdm bahan isi , bentuk spt melipat amplop , rekatkan dg putih telur. Setelah semua kulit martabak sdh di isi. Panaskan minyak dg api sedang, goreng martabak dg api sedang hingga warnanya kuning keemasan. Angkat tiriskan. Selesai deh.

Martabak Kentang bisa dinikmati dg cabe rawit utuh, atau kuah cuko ƴang biasa untuk pempek. 

Cara membuat kuah cuko. Didihkan 1 liter air, masukkan 1/4 kg gula aren / gula jawa yang wrnanya agak hitam, tambahkan larutan air asam jawa secukupnya sesuaikan selera. haluskan 7 siung bawang putih + 10 buah cabe rawit atau sesuaikan dg selera, garam secukupnya. Setelah halus masukkan ke dalam rebusan air gula dan asam jawa yang , buang ampasnya. Selesai deh ..Selamat Mencoba.


ini martabak kentangnya

ini kuah cukanya

kuah cukanya terus dituangin ke atas martabak kentangnya
yummy! enak!

pas praktekin resepnya, aku menempelkan kulitnya dengan adonan dadar yang tersisa menempel di wadahnya, jadi aku nggak pake pitih telur untuk melekatkan kulitnya, biar nggak repot dan boros telur.

Jumat, 15 April 2016

inilah yang terjadi selama jeda dua tahun di blogku

Assalammu'alaikum pengunjung blogku, apa kabar?

Hah~ udah dua tahun aku vakum dari blog. Bayangin, dua tahun.
Aduh blogku jadi berdebu dan penuh sarang laba-laba. tapi aku nggak melupakan blogku. Karena itu, pagi ini usai sahur aku mau update blogku ini, kasian blogku ini manyun terus gara-gara kutelantarin. hihihi

Oke, jadi ceritanya sejak 18 Januari sampe 13 Desember 2014 yah setahunlah. Aku mengirim diriku sendiri ke pelatihan menjahit di BBRSBD Prof.Dr. Soeharso di Solo. Ya, itu memang tempat pelatihan khusus penyandang disabilitas alias dalam bahasa sehari-hari cacat, tepatnya tuna daksa (cacat fisik). Di sana aku baru tahu kalau aku itu tuna daksa, jenisnya MuscularDistropy yaitu cacat bawaan (genetik) yang mengakibatkan penurunan fungsi otot secara perlahan, alias lumpuh pelan-pelan dalam tingkatan yang lebih kecil dari sel. Biasanya orang lumpuh bakal di bagian-bagian tertentu aja semisal polio. Orang yang terkena polio akan lumpuh dan menciut di anggota geraknya saja, seperti tangan atau kaki aja, tapi berbeda dengan polio, pengidap Muscular Distrophy akan lumpuh di seluruh bagian tubuhnya, tapi secara perlahan seiring betambahnya usia.

Pantes aja aku merasa ada yang salah pada tubuhku, soalnya makin lama kok tubuhku tambah lemah? gak bisa lompat?gak bisa berlari lagi dan melakukan beberapa gerakan sederhana lainnya? Hah~ rupanya aku MD, di tambah lagi aku juga skoliosis. Itu lho, pembengkokan tulang punggung ke samping.

ini aku sama temenku sesama Muscular Distropy waktu HDI(Hari Disabilitas Indonesia) di Temanggung dan kita bertemu dengan pak Ramyan penyandang disabilitas yang keliling Indonesia
Tapi BBRSBD alias RC Solo (Rehabilitasi Centrum Solo) adalah tempat yang sangat menyennangkan. di sana aku nggak akan mendapatkan tatapan aneh dari orang-orang karena cara jalanku yang 'unik', iya aku jalan agak goyang karena ternyata panjang kakiku selisih 2 senti yang kanan dan yang kiri, jadi kaki kiriku lebih panjang dua senti dari kaki kananku.

terus lulus dari RC Solo aku dapat bantuan mesin jahit, secara aku ngambil keterampilan menjahit. karena domisiliku pindah ke Riau, akhirnya mesin jahitku di kirim ke rumahku di Riau.

waktu aku di kelas menjahit. aku lagi jahit kemeja
 Di Riau sendiri aku butuh waktu setahun untuk beradaptasi. yah sampai sekarang masih beradaptasi sih. dan juga beradaptasi dengan pandangan baruku bahwa aku penyandang disabilitas dan rutin meminum obat yang di sarankan poliklinik RC Solo untuk memperlambat penurunan dn pelemahan tubuhku.
yah, beginilah aku, kapan-kapan aku lanjut ceritaku.

Jumat, 21 Juni 2013

triologi hunger games

   setelah aku lulus SMA aku tidak pernah mengakui jikia aku menganggur karena aku menolak meneruskan pendidikanku sekalipun hal itu bisa kulakukan. Namun sejak mesin jahitku rusak dan aku bosan menjahit secara manual, aku akan menghabiskan waktuku dengan membaca novel sewaan, karena hampir semua buku di rumahku sudah kubaca dan tidak semua buku perpustakaan menarik.
   Buku novel ini berjudul 'Hunger Games' karya Suzanne Collins. Awalnya karena sampulnya yang berwarna hitam dan tidak menarik membuatku malas membacanya, tetapi ketika tidak ada buku lagi yang bisa kubaca selain novel tersebut, maka aku baca novel itu, dan rupanya, di luar dugaan, novel itu menarik sekali, namun agak sadis, sehingga tidak cocok untuk pembaca anak-anak.

   Novel tersebut mengisahkan tentang seorang tokoh bernama Katnis Everden yang menggantikan adiknya, Primrose Everden dalam ajang mematikan bernama 'Hunger Games' yang diadakan tiap tahun untuk mengirim sepasang anak usia 12-18 dari 12 distrik berbeda untuk diadu dalam ajang survival games sadis yang hanya menyisakan 1 dari 24 peserta yang ada.
  Pasangan distrik Katnis adalah Peeta Mellark, orang yang pernah menyelamatkan hidup keluarganya dan orang yang tidak ingin ia bunuh. Apa yang harus Katnis perbuat?Bertahan hidup dan membunuh Peeta?atau mengorbankan diri dalam hunger games?
   Akhirnya aku kecanduan dan lanjut baca buku 'Catching Fire,' jadi setelah katnis dan Peeta berhasil memenangkan hungger games, mereka mendapat banyak hadiah, namun mereka masih belum lolos dari bahaya. Presiden negara Capitol, Presiden Snow, mengancam Katnis dan Peeta untuk terus bersandiwara meyakinkan rakyat Panem bahwa ia tulus mencintai Peeta agar rakyat yakin, munculnya dua pemenang dalam hunger games bukan merupakan bentuk perlawanan pada Capitol, tetapi murni karena cinta Katniss pada Peeta, namun sayangnya Katniss tidak bisa membohongi hatinya sehingga ia mati-matian melakukan sandiwara tersebut agar Distrik tempat ia tinggal, distrik 12 tidak dihancurkan dengan meredam pemberontakan yang nyaris tersulut di sejumlah distrik.

   Namun, upaya Katniss, gagal, percikan api perlawanan sedikit demi sedikit muncul dari beberapa distrik, sehingga Presiden Snow menghukum Katniss dan Peeta dengan mengirim mereka dalam Quarter Quell, ajang serupa Hunger Games istimewa yang diadakan 25 tahun sekali, dan para peserta kali ini diambil dari pemenang masing-masing distrik yang masih hidup dan mengirimkan 24 pemenang untuk saling membunuh dan bertahan hidup dalam Survival games lagi. Mimpi buruk Katniss terulang.
   Di buku ketiga alias novel final hunger games, yakni 'Mockingjay,' Katnis selamat dari Quartel Quell, tetapi      distrik 12 di bumi hanguskan, dan sebagian orang yang selamat mengungsi ke distrik 13 yang semula diyakini telah hancur. Di sana Katnis mulai berjuang untuk melawan Capitol yang telah menangkap Peeta.

Praktik Membuat Rok Nih

   Hari ini lanjutan dari pembuatan rok dasar yang sedang kita praktekan, tapi aku susah banget pakai mesin jahit high speed sehingga benangnya putus terus karena aku menginjak pedalnya terlalu keras, padahal kupikir aku sudah mengaturnya dengan pelan, namun ketika di coba asisten pembimbingku, nyatanya mesinnya baik-baik saja, berarti memang akunya yang kurang menguasai penggunaan mesin jahit high speed.
   Lalu aku pindah ke mesin jahit yang lain, siapa tahu saja di mesin ini aku bisa cocok dan benang tidak akan putus-putus. Bisa dibilang saat ini pekerjaanku sangat lamban, sehingga teman-temanku sudah selesai duluan, maksudku jangankan risleting, mereka bahkan sudah memasang ban pinggang dan tinggal menjahit bagian ujung roknya dengan jahit som.
   Dan pekerjaanku makin lambat karena ada temanku yang juga belum selesai meminta bantuanku, tak masalah sih, tapi aku tidak mau pekerjaanku menjadi terbengkalai karena harus mengutamakan keinginanmu.
   Aku jadi sedikit 'capek' ditambah lagi tanganku yang lemas sejak kemarin belum sembuh sepenuhnya.
   Kuharap di praktik berikutnya aku bisa lebih cekatan dan tidak membuat kesalahan.

Kamis, 20 Juni 2013

Pelatihan Menjahit

Capek banget hari ini, abis praktek jahit rok di BLK. Sejak tanggal 30 Mei saya masuk, baru hari ini yang benar-benar terasa melelahkan. Menyenangkan sih, soalnya jahit memang pekerjaan yang aku sukai. Tapi di sini aku menjahit dengan mesin jahit besar atau mesin jahit high speed bermerek Jack, bukan mesin jahit Butterfly yang berdinamo kecil. Susah banget mencet tuas backstepnya, soalnya tenagaku kecil, nggak sekuat peserta lainnya. Mana aku piket lagi. Huff tambah capek. Tapi kalau sempat, aku ingin mengupload tutorial menjahit rok, mulai dari mengukur, membuat pola, marker, sampai menjahitnya. Tapi untuk sementara segini dulu deh. Mudah-mudahan aja aku bisa update terus.

Kamis, 21 Maret 2013

susahnya hidup tanpa laptop

   Susah banget ga punya laptop, di zaman serba canggih ini mainnya komputer. Ga masalah sih kalau ga punya juga, tapi setiap aku mau ngetik resensi, karena laptop kakak yang punya akhirnya di bawa kakak jadi sulit banget kalau mau menuangkan tulisan ke media blog, padahal blog itu seharusnya di update terus. Selain itu kalau ngenet ke warnet biayanya murah tapi mahal (perjam Rp1500,00) dan ga leluasa. Mau buka facebook juga susah, baru sekarang aja ada kesempatan. Repot banget!! >,<

Senin, 22 Oktober 2012

very long long time

    Dah lama banget aku nggak update, soalnhya untuk konek susah banget, maklum ga punya laptop, kalaupun konek ga tau harus nulis apa, tapikan ini kisah-kisah anirafti, maka aku akan menuliskan kisah anirafti.
    Anirafti merupakan anagram dari nama belakangku Fitriana, seperti halnya Parto di anagram menjadi rapot, Sule menjadi elus atau lesu dan Andre menjadi renda maka nama belakangku ini juga bisa jadi apa saja seperti anirafti, anirafit, tifa nair, tifa niar, dan lain-lain, aku mempelajari hal ini dari buku novel karya Dan Brown berjudul Da Vinci Code dan Digital Fortress, keren banget aku jadi bisa bermain dengan huruf dan kata dan mengubahnya menjadi suatu hal yang lain, seperti nama belakang kakakku Qamarani menjadi Nara Maqi, kedengaran jepang tapi siapa sangka ini dari nama Indonesia.

Kamis, 24 Mei 2012

The Story of Kuroshoes



                Aku kelas 3 SD ketika orangtuaku membelikan sepatu Pro ATT ukuran 38 warna hitam. Sebuah ukuran yang kebesaran untuk anak 9 tahun, harga sepatu itu cukup mahal, namun keluargaku masih mampu membelinya karena saat itu kami masih punya toko. Oleh karena itu orang tuaku membelikan sepatu yang ukurannya lebih besar dari ukuran kakiku yang sebenarnya agar bisa kupakai terus hingga beberapa tahun mendatang, sebuah investasi sederhana yang sangat membantu.
                Meski sepatu baru itu bagus dan bermerk terkenal, aku tidak mengenakan sepatu itu karena kebesaran hingga harus disumpal kertas, maka aku memilih sepatu lamaku yang harganya sangat murah, sepasang sepatu berujung bulat yang modelnya seperti sepatu balet tapi harus diganti setiap beberapa bulan karena pertumbuhanku cepat.
Selain memakai sepatu balet itu, kadang-kadang aku memakai sepatu-sandal. Saat itu merupakan hal yang wajar jika murid SD memakai sepatu-sandal ke sekolah terutama pada hari Sabtu.
                Maka, orang tuaku berinisiatif membelikanku sepasang sepatu baru bertali yang ukurannya pas di kakiku dan sangat nyaman hingga aku leluasa bergerak. Sayangnya sepatu itu memiliki sol yang tipis dan cepat halus sehingga aku sering terpeleset, dengan berat hati sepatu bertali itu aku simpan, hanya kupakai sesekali jika sepatu Pro ATT belum kering.
                Selanjutnya aku selalu memakai sepatu itu ke sekolah. Seringkali aku terlambat ke sekolah karena aku lupa memasang tali sepatu itu setelah aku cuci. Pernah ada peristiwa lucu ketika aku terlambat ke sekolah saat kelas 1 SMP, aku begitu tergesa-gesa hingga terjatuh karena menginjak tali sepatuku sendiri. Aku jatuh tersungkur seperti orang pingsan, kebetulan saat itu sedang agak ramai dan ibu kantin yang lewat di depanku benar-benar mengira aku pingsan karena aku diam saja setelah terjatuh, padahal aku sedang merutuki nasib sialku. Aku di gotong ke UKS. Aku diam saja karena kebingungan. Aku berharap mereka tidak memberitahu orang tuaku karena aku takut mereka marah jika tahu aku terlambat, tapi nyatanya mereka memanggil ibuku. Rumahku memang sangat dekat dengan sekolah, bahkan yang terdekat diantara murid-murid lainnya aku tinggal tepat dibelakang sekolah. Aku malu sekali, rumah dekat tapi sering terlambat.
                Dari kejadian itulah aku mengubah cara mengikat tali sepatuku, cara ini diajarkan oleh bibiku, sangat praktis karena  cara ini menjadikan sepatu mudah dipasang atau dilepas dan anti terserimpet karena tak ada tali yang menjuntai keluar sebab ujung tali berada di dalam, kelemahannya karena talinya kupasang longgar, saat berjalan sepatu bagian tumitnya sering turun, jadi jika ada orang  yang menginjak bagian tumit aku akan mudah terjatuh oleh karena itu aku harus memasangnya dengan kekencangan tali yang pas agar aku tidak terjatuh. Tetapi cara ini betul-betul memudahkanku dalam beraktivitas disekolah.
                Sepatu itu terus menemaniku selama tahun-tahunku disekolah, sepatu itu juga berkali-kali di lem, pernah di jahit solnya sekali, tapi jarang kucuci, hehehe, sepatu iitu juga pernah kemasukan kecoa, saat itu aku kelas 2 SMP tahun 2007, aku berusia 14 tahun dan merasakan ada yang mengganjal kakiku, saat kulepas ketika pulang sekolah ternyata kecoa!tapi sudah mati, rupanya karena sepatunya lembab dan tidak aku tutup dengan kaos kaki kecoa mudah masuk ke dalamnya, untungnya tak ada temanku yang tahu. Lain ceritanya kalau mereka tahu pasti aku di cap jorok. Aku tidak takut kecoa jadi setelah bangkai kecoa itu aku buang, sepatunya aku pakai lagi.
                Aku senang memakai sepatu itu dan sering kupakai ke sekolah, tentu saja karena hanya itu sepatu yang kupunya, sepatu ini awet sekali aku takjub juga dengan keawetan sepatu ini, tak pernah rusak atau pudar, jadi aku tidak pernah membeli sepatu baru bahkan hingga SMA.
                Sepertinya itu adalah hikmah dibalik masa sulit ini, seolah-olah sepatu ini berterimakasih padaku karena aku sering memakainya,  merawatnya dengan baik (meski pernah kemasukan kecoa) dan menganggapnya seperti teman baik, kuberi nama dia KUROSHOES (sepatu hitam), buktinya sepatu ini seperti menyesuaikan ukurannya dengan kakiku,  hingga kini sepatu ini selalu longgar saat kupakai, itu juga karena kakiku jadi kecil.
                Hingga aku kelas 3 SMA semester 2 aku masih bersama teman terbaikku, Kuroshoes. Kuro sudah berusaha melakukan yang terbaik, tetapi pada bulan Februari 2012, solnya menganga di bagian belakang sepatu sebelah kanan. Saat itu merupakan hari terakhir kegiatan belajar mengajar sebelum Try Out dan Ujian Nasional, aku tahu saat itu kuro sedang sakit (rusak) tapi karena saat itu ada pelajaran olahraga, aku terpaksa memakainya. Saat itu aku sudah punya sepatu lain bernama BLACK STRAWBERY yang dihadiahkan bibiku sebagai hadiah tahun baru. Sepatuku yang baru ini seperti sepatu baletku saat SD, tapi lebih awet dan tampak cocok sekali dipakai anak perempuan, terlihat manis sekali karena itu kunamakan strawbery. Tapi jika bukan karena Kuroshoes yang rusak aku takkan memakainya karena ukurannya terlalu pas di kakiku sehingga jika di pakai langsung, bagian tumitnya tidak masuk, harus dibantu dengan tangan. Tidak praktis.
                Sebetulnya Kuro bisa diobati (dibetulkan) dengan lem yang kuat, tetapi lemnya habis setelah dipinjam tetangga, jadi posisi Kuro digantikan dengan Bery. Meskipun dia merupakan sepatu yang amat pasaran (di kelasku ada 2 anak lain yang memakai merek serupa), Bery tak kalah nyaman dengan Kuro, kalau cara memakainya benar, maka tumit bisa langsung masuk tanpa dibantu tangan. Tetapi kini karena aku sudah lulus mereka tidak aku pakai lagi, bahkan hingga kini Kuro masih belum dilem bukan karena tidak ada uang, tetapi karena aku sudah lulus, kupikir tak ada gunanya dibetulkan karena aku sudah lulus, kecuali jika aku kuliah, sungguh kuharap aku bisa kuliah. Sakarang aku sedang menunggu pengumuman kelulusan yang jatuh pada tanggal 26 Mei. Do’akan aku ya semoga aku lulus!
                Terimakasih Kuroshoes, Blackbery. Kalian telah menemaniku melewati masa sulit, senantiasa melindungi kakiku, kalian teman terbaikku. Sekali lagi terimakasih ^^