Sabtu, 03 Februari 2018

keputusanku di awal tahun

Assalammu’alaikum semuanya, apa kabar kalian semua pembaca blog ku? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal’afiat ya? Aamiin…
Jadi, sekarang nggak kerasa ini udah tahun 2018 ya? Malah udah bulan kedua aja, bulan Februari, bulan kelahiranku di puncak musim hujan. Yahh.. seperti kondisi cuaca di Riau ini, masih sering hujan.
Di tempat kalian masih sering hujan juga? Atau malah lagi puncak-puncaknya? Mudah-mudahan nggak banjir ya! Dan jangan lupa jaga kesehatan, biar nggak jatuh sakit kayak aku. Iya aku baru aja sembuh dari sakit flu.
Btw di awal tahun ini aku mau cerita. Jadi aku membuat beberapa perubahan. Atau mungkin tepatnya keputusan untuk membuat perubahan dalam hidupku ini (ceilahhh!)
Jadi keputusanku yang pertama adalah menon-aktifkan akun Facebookku untuk sementara waktu. Hal ini kulakukan demi kebaikanku sendiri, biar nyaman dan tenang. Soalnya aku capek dengan segala hal negatif yang berseliweran di Facebook, macam berita hoaxlah, bait, provokasi, keluh kesahlah, dll.
Aku sendiri nggak ada masalah di Facebook, selain dari dari sikapku sendiri yang kadang agak lebai. Oke itu bukan masalah utamanya. Aku tuh Cuma lelah aja dengan semua sampah dan fake friend di Facebook. Memang nggak semuanya isi Facebook hal-hal negatif, tapi kebanyakan yang aku temui hal-hal ‘itu’ sehingga aku jadi males buka Facebook.
Keputusanku yang kedua lebih besar lagi dari keputusan yang pertama. Besar banget malah! Bisa dibilang ini adalah keputusan besar kedua yang aku ambil dalam hidupku, setelah aku memutuskan untuk ikut pelatihan berasrama di Solo selama setahun. Jauh dari rumah, hidup mandiri dan nggak ketemu orang tua selama setahun. Ini akan merubah total hidupku ke depannya seperti halnya dengan pelatihan yang aku ikuti di tahun 2014 ini.
Sebesar apa keputusannya?
Ibaratnya kalian udah kuliah selama bertahun-tahun, udah semester 7. Tinggal jalani aja satu semester lagi kalian bakal lulus dan diwisuda. Tinggal selangkah lagi dan kalian memutuskan untuk berhenti kuliah.
Mungkin orang akan mengatakan keputusan yang kalian ambil ini sangat besar, beresiko, atau malahan berbahaya! Sehingga orang bakal nge’bego-bego-in’ kalian, kecewa dan menyayangkan keputusan yang kalian ambil. Terutama untuk orang-orang yang mendukung kalian.
Namun kalian tahu persis apa yang kalian butuhkan, kalian tahu resiko akan keputusan kalian, kalian yang memutuskan dan kalian yang menjalani karena hidup adalah hidup milik kalian. Bukan orang yang menjalani. Kalian yang merasakan, kalian yang menikmati, dan kalian yang bertanggung jawab atas kehidupan kalian.
Kurang lebih itulah yang aku rasakan saat ini. Aku punya alasan tersendiri untuk mengambil keputusan itu. Alasan pribadi yang nggak bisa aku ungkapkan di sini. Untungnya orang-orang yang peduli sama aku, yakni orang tuaku my lovely family mendukung keputusan yang aku ambil walaupun ayah agak keberatan. Hehehe.
Aku tahu benar keputusan yang aku ambil ini. Aku tahu konsekuensinya dan dampaknya pada hidupku ke depannya. Aku udah menimbang-nimbang keputusan ini, baik-buruknya buatku. Aku merasa kalau keputusan ini nggak aku ambil, aku merasa nggak bahagia dan hidup dalam kepalsuan. Seperti yang aku lakukan di tahun 2014. Pilih nganggur di rumah? atau ikut pelatihan keterampilan menjahit selama setahun di luar kota? Sesimpel itu.
Mungkin kalau kalian mendengar keputusan yang aku ambil ini, apalagi mengingat aku seorang penyandang disabilitas daksa Muscular Distrophy. Kalian mungkin akan ngebego-begoin keputusanku. Tapi aku punya alasan yang kuat untuk itu.
Jadi ketimbang hidup terbatas dalam zona yang nyaman, aku memilih jalan yang menantang tapi tak terbatas. Aku bisa mengembangkan diriku lebih baik lagi dan aku bisa mengeksplorasi lebih luas. Out of the box! Nggak terkurung dalam kotak zona nyaman semata. Aku sudah dewasa dan bisa bertanggung jawab pada diriku sendiri. Aku berhak menentukan jalanku sendiri.


My life, my adventure

Minggu, 08 Oktober 2017

Jalan-jalan pagi

Pagi ini aku jalan-jalan sama EmakQ.
Keliling lingkungan rumah aja.
Aku memang jarang jalan-jalan coz males  banget. Tapi demi kesehatan dan biar bisa ngelemesin otot-otot yang kaku karena kelamaan dirumah ini aku harus berubah. (Hensin! XD)
Startnya dari rumah (ya ealah!😧), aku jalan kedepan rumah, belok ke selatan. Baru 10 meter kakiku ngeluh capek 😢. Ya udah aku coba jalan lebih rileks biar nyaman. Terus Emak bilang "kamu kok jalannya gitu? Kayak baru belajar jalan?" 😯
Terus dalem hatiku pasti kakiku capek banget. Akhirnya aku minta berenti sebentar ama emak.
Aku baru sadar ternyata aku udah selemah ini. Aku perlu sering jalan-jalan dan berolahraga biar tetep sehat dan otot nggak nyusut, nggak cuma puasa aja.
Terus kita jalan lagi sampe perempatan jalan raya. Suasana masih sepi banget. Lampu jalan aja masih nyala, tapi hari udah cukup terang buat je-je.

Sepanjang jalan meskipun masih sepi dari aktivitas manusia, aku melihat ada banyak kucing yang udah sibuk. Sibuk mandiin anaklah (anaknya ogah-ogahan mandi karena masih pingin bobo 😁), ada yang tereak-tereak nyanyiin lagu wali-lah (maklum jones, lagi nyari jodoh 😁), ada juga yang lagi nyari mamam.
Hehehe sensitif amat ya 'radar meong' ku 😁.
Lalu dari jalan raya kita belok ke timur, menyusuri jalan.
Penyakit 4l@y aku kumat. Pingin foto-foto. Kutawarin emak kufoto ditengah jalan raya(asli sepi banget! Kalah rame ama kucing 😁) yah emak nggak mau, aku juga nggak mau. Akhirnya kufoto aja jalan raya yang membentang lurus ampe tugu pertigaan, untung aja jalannya mau difoto. Pemandangannya kurang matahari aja, kalo ada sinar matahari lebih bagus. Hanya ada kabut yang agak menyamarkan tower.

Kami berjalan melewati pasar malem. Banyak banget sampahnya! Jadi pingin.............
.
.
.
.
.
.
.mulung
Tapi nggak boleh sama emak (amit-amit nak!)
Kelihatannya pasar malem akan segera berakhir karena beberapa panggung sudah terbongkar (terbongkar kedokmu panggung! Ternyata kau hanyalah kumpulan kerangka besi berkarat! Bhahahaha! Apaan sih gue?😅)
Lalu seorang ibu-ibu (yang juga lagi je-je) lewat dan menyapa kami. Kulihat dia nyeker ga pake sendal. Aku jadi pingin nyeker juga. Secara kakiku kekuatannya tersegel sendal jepit. Tapi karena kita mau belok meninggalkan jalan raya (bye jalan raya 👋 hiks 😢 ah! Lebay!) Emak nyaranin tetep pake sendal karena banyak 'ranjaunya' digang desa yang akan kami lewati. Ranjau apa itu? Bahasa kerennya Dog drop (If You Know What I Mean)
Nyesel gue nggak nyeker di jalan raya. Padahal aku ingin merasakan permukaan tanah di kakiku.
Sempat aku hitung ada 2 ekor kucing di pasar malem. Yang satu nyapu pasar (?) Yang satunya meriksa selokan (?!). Radar meong gitu lho.
Masuk ke gang, ngelewatin KUD, lalu warung kecil yang udah buka buat menyambut datangnya rezeki. Ngeliat jejeran P*p mie di etalase, gue pingin jajan. Tapi inget ga bawa duit, cuma bawa hape (masa hape mo gue gadai cuma buat nyemil p*p mie?)
Kuliat dibelakang warung itu ada kucing (dah emak-emak percaya dah ama saya) lagi bersihin halaman.
Gue sapa kucing itu bales meong. Ya iyalah! Kalo dia jawab 'jalan-jalan mbak?' Kiamat donk?! 😆 aih! Gaje gue 😆
Lanjut kita masuk SD. Maksudnya memasuki lingkungan SD. (Sorry ya, kita dah lulus. Hm.. info ga penting)
Aku mau jalan sambil pegangan pagar karena enggak enak mo pegangan sama emak karena tanganku sedingin es (I am Queen of Ice!☃)
Pagernya goyang, tanda konstruksinya kurang kokoh. Akhirnya daripada celaka aku pilih pegangan emak.
Padahal baru jalan sebentar, tapi aku udah merasa lelah. Keringatku bercucuran seperti air terjun, padahal pagi ini dingin-dingin sejuk. Emak malah nggak berkeringat sama sekali!
Lalu penjaga sekolah nyapa kami. Pagi-pagi udah nyapu halaman sekolah. Oh iya ya? Ini hari Senin.
Mendekati perempatan desa, kita belok ke kiri (barat). Aku minta break sebentar buat mengumpulkan tenaga. Kakiku bilang kita emang harus berhenti beberapa langkah biar nggak drop.
Kondisi fisik emang nggak bisa ditahan ato disembunyikan. Aku jadi gampang lelah sekarang 😟. EmakQ cemas. Aku nggak pingin emak kuatir. Aku becanda kalo aku lebih tua dari emak. Tapi itu terdengar menyedihkan. Aku baru 23 tahun tapi selemah nenek 92 tahun. 4 kali umurku.
Semakin mendekati rumah, aku semakin perlu banyak berhenti sebentar. Buat istirahat.
Melewati posyandu anak, kebun sawit (campur tanaman coklat dan tebu, hm.. bisa bikin coklat nih) dan rumah penduduk dengan keunikannya masing-masing. Ada yang bergaya mirip Joglo, ada yang punya taneman mawar, ada yang halamannya ditanemi cabe rawit, rawitnya banyak lho! Jadi inget tanaman cabeku yang musnah diserang hama 😭, dll.
Kami terus berjalan hingga akhirnya kami sampai ke rumah.
Perjalanan kecil 1 kilo ini udah terasa melelahkan buatku.
Jauh enggak, cuma aku capek. Tapi aku bersyukur banget masih bisa jalan. Orang lain belum tentu bisa merasakan anugrah ini. Sepasang kaki yang masih berfungsi itu rare items lho! Patut kusyukuri, apalagi semua panca-indraku lengkap, tubuhku juga lengkap. Aku sempurna (nyaris, hehehe).
Terus emak buka rolling doornya. Sambil nunggu, kulihat udah ada 2 toko yang buka, toko obat dan toko pecah-belah. Hm... udah waktunya buka toko nih!
Sambil masuk dan menaiki tangga, aku pikir "enak nih kayaknya minum teh" tapi aku inget aku lagi puasa 😁. Ini kan hari Senin.
Ya udah, kutulis aja post ini. Selamat membaca. Maaf kalo jelek, gaje dan kaku. Terima kritik dan saran yang membangun 😁😁😁 (welcome master)

Senin, 06 Juni 2016

paket buku dari K!ck Andy

Pada akhir April, sekitar tanggal 25. Di waktu siang yang panas, saat aku sedang masak. Aku mendapat telepon dari petugas pos yang mencari alamatku.

Karena dia menanyaiku dengan nama akunku di website Kick Andy, aku menyadari bahwa pak pos ini hendak mengantarkan buku yang kumenangkan dari kuis Kick Andy.

Aku penasaran sekali, kira-kira buku apa yang kumenangkan? Memang aku selalu mengikuti kuis buku dari website Kick Andy dan kadang-kadang kuis twitternya.

Ibu dan ayahku juga penasaran, kira-kira buku apa yang aku menangkan.
Lalu usai Dzuhur, datanglah paket itu atas nama akunku di Kick Andy. Nama akunku? Ya rahasia, hehehe.

Paket itu sangat kecil, sesuai dengan ukuran bukunya. Jadi, kuberikan kehormatan pada ibuku untuk membukanya. Dan ternyata....

Jeng! Jeng! Isinya buku PENEBAR HARAPAN, satu dekade Kick Andy, yang berisi kisah-kisah inspiratif dari orang-orang yang pernah menjadi bintang tamu dalam acara Kick Andy.
Lain kali akan ku ulas bukunya dalam blogku.

Tahun lalu mudik, tahun ini mudik ke mana ya?

Sekarang sudah tanggal 6 Juni 2016. Gak kerasa udah mau masuk bulan puasa lagi. Tahun ini adalah tahun ke duaku dan akan menjadi lebaran ke duaku sejak aku tinggal di kota Kampar, Riau.


Sebagai penyandang disabilitas tuna daksa. Aku lebih suka menghabiskan waktuku di rumah. Aku nggak begitu suka keluar rumah, bahkan ketika waktu lebaran.
Tetapi pada tahun lalu, 2015. Aku menghabiskan waktu libur lebaranku di kampung. Mudik gitu ceritanya.

kami sekeluarga mudik ke Padang, Sumatra Barat. kampung halaman ibuku. tempat itu sangat indah dan udaranya segar khas pegunungan.

Kami sekeluarga bersama keluarga paman dari pihak ibuku pulang kampung ke Padang dan menghabiskan waktu liburan kami bersama sepupu dan kerabat lainnya.

Di sana kami mengunjungi lembah Anai, Pantai Air Manis, danau Maninjau, dan silaturahim ke rumah kerabat.
air tejun lembah anai

pantai air manis

rumah tradisional Minang


Danau Maninjau

Jujur, karena keterbatasan fisikku aku kurang menikmati liburanku, tapi walau begitu aku senang juga bisa pergi mengunjungi tempat yang belum pernah kudatangi dan bertemu dengan berbagai macam kerabat yang belum pernah kutemui.
Makan-makan di tepi pantai air manis

foto bareng di depan danau Maninjau dengan sepupu

yah tapi liburan itu menyenangkan!
Tahun lalu mudik, tahun ini mudik ke mana ya?

Mencoba resep Brownies kukus dari facebook

Pada hari Jum’at 27 Mei 2016. Aku bersama ibuku mencoba resep kue brownies kukus yang aku dan kakakku dapatkan dari facebook.

Semua bahan tersedia dan mudah di dapatkan di sini. Lalu aku dan ibuku membuatnya di siang hari usai membuat martabak kentang saus kacang.

Aku menakar bahannya sesuai resep, tetapi karena tepung yang di gunakan sedikit dan coklat yang di gunakan amat banyak (3 macam coklat) adonannya jadi terlalu banyak coklat.

Saat dikukus, adonannya bewarna hitam dan kental dan tetap berwarna hitam hingga usai di kukus, bahkan wujudnya kayak ular hitam melingkar. Padahal nggak gosong, tapi rasanya pahit. Pahit-pahit coklatlah. Kuenya kecil, tapi padat karena bantat. Yah namanya juga brownies, brownieskan memang kue bantat yang lezat. Kalau nggak bantat namanya bolu coklat.

Hah~ lain kali aku harus mengurangi takaran coklatnya. Aku yakin jika kue yang kami masak di kurangi takaran coklatnya, pasti enak. Namun walaupun pahit browniesnya tetap tandas di makan orang-orang hehehe :DDD


Untuk teman-teman yang ingin mencoba resep kue brownies ini, silakan kunjungi linknya.

Minggu, 17 April 2016

mencoba-coba resep dari facebook

Saat 26 Oktober 2015 yang lalu ketika hari ulang tahun ibuku, aku membuat martabak kentang kuah cuko alias kuah empek-empek. Resepnya aku dapat dari facebook, halaman INIRecipes, isinya macem-macem resep dan diantaranya macam-macam martabak. cara membuatnya agak ribet, tapi hasilnya enak banget!

martabak kentang kuah cuko
 Resep Martabak Kentang Kuah Cuko
Bahan kulit :
- 2 gelas kecil tepung terigu
- 1 butir telur ayam 
- 200 cc / 1 gelas air
- 2 sdm tepung sagu
- garam secukupnya 
- Minyak untuk menggoreng.

Bahan isi : 
- 1/4 kg kentang rebus .kupas kulitnya potong dadu kecil2. 
- 2 tangkai daun bawang, daun seledri secukupnya.
- 1 butir telur ayam.
- 3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu : 
- 3 siung bawang merah,
- 5 siung bawang putih, 
- 10 butir merica kasar. 
- Garam secukupnya. 
- setengah cangkir air

Cara membuat bahan isi :

Semua bumbu dihaluskan, tumis hingga harum , tambahkan sedikit air setelah mendidih , masukan telur aduk cepat hingga membentuk spt orak arik telur, lalu masukkan kentang rebus yang sdh di potong kecil2, terakhir tambahkan daun bawang, seledri aduk rata. Masak hingga airnya meresap/mengering. Angkat dinginkan.

Cara membuat kulit Martabak Kentang : Campur tepung terigu dan Sagu tambahkan air ,telur, beri sedikit garam..aduk rata boleh dg mixer atau dg sendok saja. takaran air boleh ditambah atau dikurangi..sesuaikan dg encer atau tidak nya adonan. ( Adonan jgn terlalu kental ) 

Panas kan dg api kecil, wajan datar anti lengket diameter ± 15 cm beri bbrp tetes minyak atau mentega oleskan tipis saja. Setelah wajan panas masukan 2 sendok makan atau lebih adonan kulit yang masih cair. Posisi wajan tetap di atas api kompor. Sambil diputar cepat hingga membentuk kulit dadar yang tipis merata tdk sobek/bolong2. Setelah matang angkat..ulangi terus membuat dadar kulit martabak , hingga adonan habis.

Kemudian isi kulit martabak dg 1 sdm bahan isi , bentuk spt melipat amplop , rekatkan dg putih telur. Setelah semua kulit martabak sdh di isi. Panaskan minyak dg api sedang, goreng martabak dg api sedang hingga warnanya kuning keemasan. Angkat tiriskan. Selesai deh.

Martabak Kentang bisa dinikmati dg cabe rawit utuh, atau kuah cuko ƴang biasa untuk pempek. 

Cara membuat kuah cuko. Didihkan 1 liter air, masukkan 1/4 kg gula aren / gula jawa yang wrnanya agak hitam, tambahkan larutan air asam jawa secukupnya sesuaikan selera. haluskan 7 siung bawang putih + 10 buah cabe rawit atau sesuaikan dg selera, garam secukupnya. Setelah halus masukkan ke dalam rebusan air gula dan asam jawa yang , buang ampasnya. Selesai deh ..Selamat Mencoba.


ini martabak kentangnya

ini kuah cukanya

kuah cukanya terus dituangin ke atas martabak kentangnya
yummy! enak!

pas praktekin resepnya, aku menempelkan kulitnya dengan adonan dadar yang tersisa menempel di wadahnya, jadi aku nggak pake pitih telur untuk melekatkan kulitnya, biar nggak repot dan boros telur.

Jumat, 15 April 2016

inilah yang terjadi selama jeda dua tahun di blogku

Assalammu'alaikum pengunjung blogku, apa kabar?

Hah~ udah dua tahun aku vakum dari blog. Bayangin, dua tahun.
Aduh blogku jadi berdebu dan penuh sarang laba-laba. tapi aku nggak melupakan blogku. Karena itu, pagi ini usai sahur aku mau update blogku ini, kasian blogku ini manyun terus gara-gara kutelantarin. hihihi

Oke, jadi ceritanya sejak 18 Januari sampe 13 Desember 2014 yah setahunlah. Aku mengirim diriku sendiri ke pelatihan menjahit di BBRSBD Prof.Dr. Soeharso di Solo. Ya, itu memang tempat pelatihan khusus penyandang disabilitas alias dalam bahasa sehari-hari cacat, tepatnya tuna daksa (cacat fisik). Di sana aku baru tahu kalau aku itu tuna daksa, jenisnya MuscularDistropy yaitu cacat bawaan (genetik) yang mengakibatkan penurunan fungsi otot secara perlahan, alias lumpuh pelan-pelan dalam tingkatan yang lebih kecil dari sel. Biasanya orang lumpuh bakal di bagian-bagian tertentu aja semisal polio. Orang yang terkena polio akan lumpuh dan menciut di anggota geraknya saja, seperti tangan atau kaki aja, tapi berbeda dengan polio, pengidap Muscular Distrophy akan lumpuh di seluruh bagian tubuhnya, tapi secara perlahan seiring betambahnya usia.

Pantes aja aku merasa ada yang salah pada tubuhku, soalnya makin lama kok tubuhku tambah lemah? gak bisa lompat?gak bisa berlari lagi dan melakukan beberapa gerakan sederhana lainnya? Hah~ rupanya aku MD, di tambah lagi aku juga skoliosis. Itu lho, pembengkokan tulang punggung ke samping.

ini aku sama temenku sesama Muscular Distropy waktu HDI(Hari Disabilitas Indonesia) di Temanggung dan kita bertemu dengan pak Ramyan penyandang disabilitas yang keliling Indonesia
Tapi BBRSBD alias RC Solo (Rehabilitasi Centrum Solo) adalah tempat yang sangat menyennangkan. di sana aku nggak akan mendapatkan tatapan aneh dari orang-orang karena cara jalanku yang 'unik', iya aku jalan agak goyang karena ternyata panjang kakiku selisih 2 senti yang kanan dan yang kiri, jadi kaki kiriku lebih panjang dua senti dari kaki kananku.

terus lulus dari RC Solo aku dapat bantuan mesin jahit, secara aku ngambil keterampilan menjahit. karena domisiliku pindah ke Riau, akhirnya mesin jahitku di kirim ke rumahku di Riau.

waktu aku di kelas menjahit. aku lagi jahit kemeja
 Di Riau sendiri aku butuh waktu setahun untuk beradaptasi. yah sampai sekarang masih beradaptasi sih. dan juga beradaptasi dengan pandangan baruku bahwa aku penyandang disabilitas dan rutin meminum obat yang di sarankan poliklinik RC Solo untuk memperlambat penurunan dn pelemahan tubuhku.
yah, beginilah aku, kapan-kapan aku lanjut ceritaku.

Senin, 02 Desember 2013

mawar gulung

   Di facebook, ada crafter bernama mommykawai yang mengupload origami mawar gulung.

   Karena penasaran aku coba praktekin ke kain dan hasilnya bagus banget!




bisa jadi aplikasi hiasan apa aja termasuk sandal, tas, baju dll.

gelang dari botol air mineral

   Banyak tutorial menarik yang aku temukan di tipnut.com diantaranya tutorial membuat gelang dari botol air mineral, tutorialnya gampang!

Alat dan Bahan:
- Gunting
- Lakban
- Pita/kain/renda/kaos lama yang digunting dll
- Lem tembak

   1. Potong botol air mineral pada bagian yang datar.

   2. Sesuaikan lingkar gelang botol dengan pergelangan tangan.

   3. Lapisi gelang dengan lakban.

   4. selipkan pita ke lakban lalu lapisi gelang dengan pita atau bahan semacamnya sambil di lem sampai selesai.

bros risleting

   Saya pernah membaca tutorial dari website fashion on blog tentang cincin dari risleting tapi bukan cincin obat nyamuk, tapi cincin puntir. Karena hasilnya terlihat bagus dan mudah saya praktekin, tapi sayangnya nggak terlalu bisa dijadikan cincin, sehingga saya jadikan bros. Yah seperti ini hasilnya.

Bandingkan sama ini
Jewelry DIY Tutorial: Zipper Ring

    cara membuat bisa dilihat di sini.

   Terimakasih sudah membaca postingan saya, maaf kalau postingan saya masih banyak yang kurang. Jangan lupa di komen ya. Mohon kritik dan sarannya :)

cincin dari risleting


   Aku penasaran dengan cincin yang cantik ini, kayak obat nyamuk, jadi aku mencoba membuatnya dengan versiku sendiri.
Pic : CissHandmade
   siapkan bahan yang dibutuhkan, yaitu:
- gunting yang tajam
- risleting kira-kira panjangnya 14 inchi, lebih bagus risleting jeans.
- flanel untuk menempelkan cincin dengan gulungan risleting.
- cincin (terserah dari bahan apa aja)
- lem tembak

   Pertama-tama gulung risleting dengan ukuran diameter yang diinginkan sambil terus dilem (agak susah sih), kalau aku sekitar 2,5 cm. Karena saya pakai risleting hiasan yang biasa jadi gantungan kunci dan kalau risletinya di buka bisa jadi kalung, bukan risleting jeans, jadi saya tinggal menggulungnya, nggak perlu menggunting bagian bahan/kain yang di tepi risletingnya.
Kalau udah cukup, gunting.

  Lalu lem ujungnya sebagai penyelesaian agar kuat. Pada tahap ini kalau lemnya kurang rapi atau terlalu belepotan hasilnya nggak bagus, jadi harus hati-hati.

   Setelah itu, tempelkan hiasan obat nyamuk ini pada flanel yang sudah digunting lingkaran. Kalau udah lengket, rapikan tepi flanelnya biar rapi.

   Sediakan cincin dan tempelkan obat nyamuknya. Untuk ke praktisan saya but aja cincinnya dari risleting yang sama.

   Tempelkan obat nyamuk ke cincin, lem supaya kuat dan tempelkan flanel berbentuk persegi panjang kecil dan tempelkan untuk menyatukan cincinnya agar makin kuat dan tak mudah lepas.

   Selesai!!!
Tips: pastikan ukuran cincin muat dengan jari!

Terimakasih sudah membaca tutorial saya, maaf kalau tutorial saya masih banyak salah dan kurang, mohon kritik dan saran yang membangun. :)

Minggu, 01 Desember 2013

Tutorial Bros Batik

         Aku pernah membuat bros dari kain perca batik yang belum selesai, bentuk penampakannya seperti ini.

Lain kali aku akan menunjukkan bagaimana cara membuatnya tapi sekarang akan kutunjukkan bagaimana penyelesaiannya versiku.
Pertama-tama aku menyelesaikan bagian bawahnya dulu. Lapisi lem dibagian bawah bros dan beri kain flanel. Aku mengelemnya dengan lem tembak.

Lalu jika flanel sudah menempel kuat, tempelkan peniti bros dengan lem tembak hingga melekat kuat.

Barulah aku finishing dengan menembahkan kancing bungkus warna putih ditengah-tengah bros. Pastikan lem melekat dengan kuat.

Jadi deh!

Terimakasih sudah membaca tutorial saya, maaf kalau masih banyak yang kurang. Kalau masih ada yang kurang di mengerti, silahkan bertanya.

Selasa, 26 November 2013

ikat pinggang kepang

   Terinspirasi dari DeliaCreates aku mempraktikan tutorial dari website ini dengan versiku sendiri.
Bahannya cukup 4 helai tali kain atau kaus yang dipotong memanjang, masing-masing panjangnya 2 kali lingkar pinggang,
lalu mesin jahit, benang dan gesper.
   
   Pertama-tama ke empat tali dikepang sampai selesai



lalu ke 4 ujungnya di satukan dan dijahit


lalu dilipat dan jahit tindas

selesai!!